🧨 Renungan Ketika Beban Hidup Terasa Berat
HIDUPtak akan lepas dari masalah dan ujian. Pun begitu dengan pernikahan. Lika-liku hidup berumah tangga sudah pasti dialami pasangan suami istri. Ibarat sebuah batu seberat satu kilogram yang akan terasa berat jika dibebankan kepada anak usia dua tahun, namun akan terasa ringan jika dijinjing oleh dua orang dewasa sehat berusia dua puluh tahunan.
InTouch Renungan Harian 8 Juli 2022 Oleh Charles Stanley, Pesan Jumat Baca Charles Stanley In Touch Renungan Harian 8 Juli 2022 Keputusasaan terasa seperti beban berat di pundak kita. Itu mencuri motivasi, membuat pekerjaan lebih sulit, dan mengurangi kenikmatan hidup kita. Ketika dia mendengar laporan tentang kondisi Yerusalem yang
Sementarabeban berat adalah hal yang mesti kita bawa. Jika kondisi letih lesu maka beban itu akan terasa semakin berat. Tuhan Yesus mengritik cara hidup agama yang membebani orang, bukan justru membantu orang untuk beiman. Kebaikan hidup beriman diukur berdasarkan pelaksanaan aturan dan larangan serta aneka upacara yang begitu banyak.
lantunkandoa ini jika beban hidup terasa berat Sabtu, 20 Januari 2018 CPNS , Honorer , Info Guru , Informasi , Kabar Guru , Keguruan , LANTUNKAN DOA INI JIKA BEBAN HIDUP TERASA BERAT , News , Pegawai ,
Tetapikenyataannya kita merasa apa yang ada pada kita adalah milik kita, hasil jerih payah kita sendiri. itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.* Dengan tema: *Belajar memahami rencana Allah* Ketika kita mengalami beban hidup yang berat, apakah yang ada dalam pikiran kita, bersyukur, menyalahkan diri sendiri atau
Home» Renungan, Renungan Pagi, sth » KETIKA BEBAN HIDUP TERASA BERAT Posted by Unknown on Minggu, 23 Oktober 2011 | 23.10.11 A yub 26:1-2 , " Tetapi Ayub menjawab: "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!"
Inimerupakan janji-janji Tuhan yang akan sangat meneguhkan dan menguatkan kita terlebih di saat beban berat yang membuat kita kelelahan menerpa kita hari-hari ini. Pastikanlah diri anda untuk mengingat semua ini setiap pagi, dan mengucap syukurlah akan semua kebaikan Tuhan itu ketika anda bangun.
Sehinggaketika beban hidup terasa bigitu berat, kita tahu untuk bersikap yang benar sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Dalam nas ini firman Tuhan menyapa umat Israel ditengah penderitaan di pembuangan. Dipermulaan pasal 40 firman Tuhan berkata "hiburkanlah, hiburkanlah umatKu", bahwa keselamatan Tuhan akan datang.
Bahanrenungan harian bacaan Kitab Suci Lukas 5:12-16 ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Rasa kurang bersyukur, akan kesehatan yang dialami membuat sakit terasa lebih menyakitkan. Dapat dibayangkan betapa berat beban psikologis dan emosional yang harus ditanggung oleh orang
. Bacaan Firman Tuhan Yesaya 40 27-31 Ketika menghadapi beban hidup yang berat, ketakutan karena merasa kita tidak mampu, tidak bisa melewati pergumulan bahkan bayangan-bayangan yang buruk akan terjadi bisa saja muncul dalam diri kita. Bahkan jika lebih dalam lagi kita bisa saja berpikiran buruk tentang Tuhan, yang menganggap Tuhan tidak adil, Tuhan tidak tahu, Tuhan tidak melihat, Tuhan tidak perduli akan hidup kita. Firman Tuhan hendak menguatkan kita, supaya kita jauh lebih mengenal Tuhan lebih baik lagi. Sehingga ketika beban hidup terasa bigitu berat, kita tahu untuk bersikap yang benar sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Dalam nas ini firman Tuhan menyapa umat Israel ditengah penderitaan di pembuangan. Dipermulaan pasal 40 firman Tuhan berkata “hiburkanlah, hiburkanlah umatKu”, bahwa keselamatan Tuhan akan datang. Walaupun mereka sangat menderita, mereka menangis ditepi sungai-sungai Babel, mereka dipaksa bernyanyi menyanyikan nyanyian sukacita ditengah penderitaan Mazmur 137, bukan artinya Tuhan tidak memperdulikan mereka, bukan artinya Tuhan kalah atau tidak berdaya menyelamatkan mereka. Tetapi Tuhan mau sadarkan umatNya bahwa pembuangan menjadi pelajaran yang berharga bagi umat Israel, agar mereka sadar dan kembali melihat, mencari dan memandang Tuhan. Jika mereka menjadi bangsa yang terbuang itu adalah akibat dari dosa mereka, dan Tuhan mengijinkan itu terjadi. Sekarang, Tuhan tidak lagi menyuarakan berita penghukuman tetapi kabar baik, yaitu berita keselamatan yang akan Tuhan datangkan. Artinya semua bisa terjadi, bahkan Tuhan dapat memakai bangsa yang tidak mengenal Tuhan menjalankan kehendakNya. Hidup mereka dan kehidupan dunia ini ada dibawah kendali Tuhan. Maka, mari kita melihat perenungan apa yang hendak kita terima dari kebenaran firman Tuhan ini 1. Jangan berpikiran buruk tentang Tuhan Jangan kita mempersalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, seperti keluhan umat Israel dalam penderitaannya berkata "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Apakah kita akan mengeluh bahwa penderitaan itu tidak layak untuk kita terima karena kita merasa benar dihadapan Tuhan, apakah kita akan mengeluh menganggap bahwa Tuhan tidak tahu tentang apa yang sedang kita alami. Keterbatasan pikiran kita tidak akan dapat memahami jalan-jalan Tuhan, sebab firman Tuhan berkata “rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu” Yesaya 558. Kesusahan bisa terjadi karena kecerobohan kita, karena hati kita yang keras menerima nasehat firman Tuhan, namun Tuhan juga bisa mengijinkan pergumulan dan persoalan berat terjadi sehingga kita dapat melihat dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. namun hal yang harus kita yakini bahwa Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, pertolongan Tuhan tidak akan datang terlambat. Yang harus kita yakini bahwa Tuhan berdaulat daan berkuasa atas segala sesuatu, segala yang terjadi dalam hidup kita. Jika Tuhan menginjinkan pergumulan terjadi dalam hidup kita berarti kita sedang diarahkan untuk semakin mengenal dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. 2. Suatu Pergumulan tidak sebanding dengan banyaknya berkat yang telah perbuat dalam hidup kita. Terkadang ketika kita menghadapi pergumulan, kita terlalu fokus dengan apa yang sedang terjadi sehingga kita melupakan apa yang sudah pernah terjadi, apa yang sudah pernah Tuhan perbuat, apa yang Tuhan telah firmankan untuk menguatkan kita. Terkadang kekawatiran dan ketakutan kita membuat kita semakin kerdil dan masalah itu menjadi raksasa yang begitu menakutkan, sampai-sampai kita melupakan Tuhan jauh lebih besar dari masalah yang sedang kita hadapi. Itulah sebabnya firman Tuhan mengingatkan umat Israel “tidakkah kautahu, tidakkah kaudengar, Tuhan adalah Allah yang kekal yang menciptakan bumi?” mengapa hanya karena satu pergumulan dapat mengombang-ambingkan hidup kita, apakah kita telah melupakan bahwa ada Tuhan yang selama ini tetap setia memberkati kita. Kita harus percaya, jika selama ini Tuhan senantiasa memberkati kita, maka ketika pergumulan hidup terjadi, Tuhan pun akan tetap memberkati kita. maka ketika pergumulan itu datang, maka kita diajak untuk merenungkan dan mengingat kembali segala kebaikan yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita, apa nasehat yang telah difirmankan Tuhan selama ini akan memberi kita keteguhan dalam menghadapi persoalan kita. Bahwa ternyata pergumulan yang sedang kita hadapi tidak seberapa dibandingkan dengan kebesaran dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. 3. Pengharapan kepada Tuhan adalah kekuatan kita menghadapi pergumulan hidup Dalam nas ini firman Tuhan berkata “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung” artinya orang muda yang dikenal dengan kekuatannya pun ada batasnya maupun taruna yang dikenal dengan kelicahannya tetap saja bisa tersandung. Jika kita menghadapi pergumulan hidup hanya mengandalkan kekuatan kita, maka kita akan lelah dan dapat tersandung jatuh. Tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, jabatan, tidak semua hal dapat dihadapi hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan. Uang tidak akan menjamin kita dapat terhindar dari masalah, uang tidak dapat menjamin dapat memberi penyelesaian dalam pergumulan hidup kita. Seperti umat Israel di pembuangan, mereka tidak memiliki apa-apa seakan lepas dari pergumulan hidup di pembuangan adalah kemustahilan. Namun firman Tuhan berkata lain, sebab Tuhanlah yang mengendalikan hidup ini. Pengharapan untuk dapat lepas dari pergumulan hidup ada pada Tuhan, bukan pada kekuatan dan kemampuan mereka. Maka didalam nas ini, firman Tuhan berkata “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Pengharapan pada pertolongan Tuhan tidak akan sia-sia, Tuhan yang menguatkan kita menghadapi pergumulan hidup kita, dan Tuhan juga yang akan memberi kelepasan bagi kita dari berbagai pergumulan hidup. Orang yang menanti-nantikan tuhan artinya adalah orang yang selalu berharap kepada Tuhan akan dimampukan menjalani pergumulannya, sebab kita tahu bahwa kesudahan dari pergumulan kita adalah kebaikan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan. Doa, pengharapan dan iman kita kepada Tuhan adalah daya tahan rohani yang selalu membuat kita kuat seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Kita senantiasa dikuatkan bahwa dibalik badai akan selalu ada pelangi, badai pasti akan berlalu, dibalik pergumulan dan berbagai persoalan yang kita hadapi ada berkat Tuhan yang sudah menanti kita. ingatlah selalu dengan apa yang difirmankan oleh Tuhan Yesus “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”Matius 627. Maka hadapilah pergumulan hidup dengan pengharapan kepada Tuhan bukan dengan kekawatiran.
Sumber Gambar hidup yang sering datang melanda kehidupan mansuia memang membuat manusia begitu kuatir akan perjalanan hidupnya. Ada yang menyerah, ada pula yang terus berjuang untuk mengeluarkan dirinya dari beban hidup yang dirasakan. Sebagai orang percaya, pastinya kita harus terus berjuang untuk bisa mengeluarkan diri kita dari setiap beban hidup yang dialami. Sebab kita mempunyai Tuhan Yesus yang selalu setia kepada kita. Alkitab dengan jelas memberikan pengertian dan penguatan kepada kita yang sedang mengalami beratnya beban hidup. Salah satu bunyi Firman Tuhan yang terdapat dalam Kitab Filipi 46 adalah suatu bunyi Firman Tuhan yang mampu memberikan semangat untuk tetap menjalani hidup "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."Penjelasan Firman Tuhan tersebut memberikan pengertian kepada kita sebagai orang percaya bahwa janganlah kita terlalu kuatir akan beban hidup yang kita alami, tetapi kita harus bersyukur, karena walaupun beban hidup terasa berat, tetapi nawas hidup masih kita peroleh. Kita juga harus senantiasa setia kepada Tuhan, dan apapun yang kita alami, harusnya kita nyatakan kepada Allah dalam doa. Ingatlah kita, bahwa kuasa doa sangatlah besar, siapa yang sungguh-sungguh berdoa, pastinya akan dijawab oleh Tuhan. Hal inilah yang di jelaskan dalam Kitab Yakobus 516 "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh, doa orang benar, bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya."Sobatku, apakah yang harus kita takutkan dan kuatirkan bila sudah ada jaminan yang pasti, yang akan selalu hadir tepat pada waktunya, yang akan menolong kita dalam perjalanan hidup kita. Tentunya tidak, kita harus senantiasa bersyukur dalam segala keadaan hidup yang kita alami, jangan pernah menyalahkan Tuhan, jangan pernah larut dalam senantiasalah bersyukur dan berdoa, karena melalui cara hidup seperti itu, beban hidupmu akan digantikan Tuhan dengan berkat yang melimpah. Percayalah, karena hanya Tuhan Yesus penolong yang setia, Dia mengerti apa yang kita alami, Dia peduli apa yang kita rasakan, serta Dia tahu apa yang kita butuhkan. Sebab itu, tetaplah berdoa kepadanya, karena seruanmu akan mengeluarkanmu dari setiap beban hidup yang kamu alami. Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin.
Di dunia ini tidak ada kehidupan yang sulit bila kita menjalaninya bersama dengan Tuhan. Dan tidak ada satu hari pun yang terlewati dengan sia-sia, sebab Tuhan selalu memberkati. Yang membuat hidup terasa berat adalah ketika kita meragukan kesanggupan Tuhan. Padahal jika kita mau percaya, kita akan mendapat kekuatan baru untuk itu selalu mudah selama Tuhan beserta. Yang membuat semua terasa sukar adalah ketika hati dan pikiran kita membuka pintu untuk kekuatiran. Hati yang penuh kuatir akan menghalangi pandangan kita terhadap jalan keluar yang Tuhan Lainnya
renungan ketika beban hidup terasa berat