🏮 Kesimpulan Dan Saran Diabetes Melitus
SIMPULANDAN SARAN Demikian berdasarkan tujuan asuhan keperawatan yang dilakukan penulis pada pasien dengan post debridement ulkus diabetes melitus di ruang Gladiol Atas RSUD Sukoharjo, maka penulis memberikan kesimpulan serta saran untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan antara lain : A. SIMPULAN
a Posisi menyusui yang baik dan benar b. Nutrisi setelah melahirkan c. Perawatan puting dan payudara d. Penggunaan susu formula e. Cara merangsang bayi untuk menyusu 78. Perempuan 34 tahun G1P0 hamil 26 minggu dengan diabetes melitus lebih dari 5 tahun datang keklinik kebidanan mengeluh sakit kepala, berkeringat, dan merasa sangat gugup (nervous).
Bila luka sudah berwarna merah, hindari jangan sampai berdarah • Bila da gas gangren , lakukan masase ke arah luka 13). Bila terdapat sinus lubang, lakukan irigasi dengan menggunakan NaCl 0,9% dengan sudut kemiringan 45 derajat sampai bersih. Irigasi sampai kedalaman luka karena pd sinus terdapat banyak kuman.
Saran- KESIMPULAN DAN SARAN - Hubungan Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 Dengan Terjadinya G
artinyaterdapat perbedaan pengetahuan yang antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan: DSME dapat dijadikan promosi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan perawatan mandiri pasien DM tipe 2. Kata kunci: Diabetes self management education, pengetahuan, diabetes melitus tipe 2 Alamat Korespondensi: Habid Al Hasbi
Hasil: The Risk Fall, Hasil uji wilcoxon di dapatkan nilai Asymp.sig. (2-tailed) dari Diabetes Mellitus uji wilcoxon adalah 0,00< = 0,05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan pemberian senam kaki diabetes melitus terhadap sensitivitas kaki pada lansia diabetes melitus.Kesimpulan dan saran : memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
denganmortalitas rendah, kelas IV merupakan pasien dengan mortalitas sedang dan kelas V merupakan pasien dengan mortalitas tinggi.14 PSI juga digunakan untuk menentukan pasien akan diterapi dengan rawat jalan atau rawat inap, seperti yang tertera pada tabel 1. Tabel 1. Derajat risiko dan rekomendasi perawatan menurut PORT/PSI 14
KlasifikasiDiabetes Melitus KESIMPULAN DAN SARAN . 2.5.1 Klasifikasi Diabetes Melitus American Diabetes Association ADA pada Tahun 1997 dan WHO pada Tahun 1999 mengklasifikasikan diabetes melitus menjadi 4 tipe berdasarkan etiologinya yaitu tipe 1, tipe 2, tipe spesifik lainnya atau akibat penyakit tertentu, serta diabetes melitus
Glukosadijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia enersi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus.
. 1. Pengetahuan mayoritas masyarakat masih dalam kategori sedang dan kurang maka, sebaiknya program-program penyuluhan perlu ditingkatkan kepada pasien yang mengunjungi Poli-Endokrinologi bagi tujuan kontrol. 2. Petugas kesehatan harus menjelaskan kepada pasien segala persoalan yang timbul mengenai diet DM dan ini pasti akan membantu pasien supaya lebih memahami kepentingan diet DM. 3. Mahasiswa calon dokter harus memperlengkapkan diri dengan informasi yang sepatutnya dan fakta-fakta tersebut haruslah diperoleh dari sumber-sember yang valid dan berpandukan evidance based. Mahasiswa haruslah mengikuti perkembangan semasa mengenai diet DM supaya dapat memberikan saranan yang sepatutnya kepada pasien. 4. Pasien perlu mendapatkan keterangan mengenai diet DM dari sumber yang boleh kata lain dokter merupakan pilihan yang tepat karena tidak semua fakta yang diperoleh dari teman atau tetangga itu sebaiknya dapatkan informasi dari petugas kesehatan yang lebih mengetahui tentang penyakit DM. DAFTAR PUSTAKA Barclay L, 2010. Diabetes Diagnosis & Screening Criteria Reviewed. Available from http//www. [Accessed 14 April 2010] Bajaj. JS,1983. Malnutrition Diabetes-Pre Federation Post Graduate Course on Diabetes Mellitus in General Medicine, Bangkok. Bare & Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, Edisi 8, EGC Jakarta. Corwin,. J. Elizabeth, 2001, Patofisiologi, EGC, Jakarta Haznam, MW. 1996. Kepatuhan Berobat pada Diabetes Mellitus. Sub. Unit. Endokrinologi, Laboratorium/UPF Ilmu Penyakit Dalam FK Unpad / RSHS Bandung. Dalam Siregar, R. 2004. Pengaruh Penyuluhan Gizi. Fakultas Kedokteran Masyarakat Universitas Indonesia. Hiswani, 2001. Penyuluhan Kesehatan pada penderita Diabetes Mellitus. USU Repository, 2006. Available from [Accessed 15 April 2010] Hiswani,2010. Peranan gizi dalam Diabetes Mellitus. USU Repository, 2006. Available from International Diabetes Federation, 2008 Latest diabetes figures paint grim global picture. Available from paint-grim-global-picture. [Accessed 12 April 2010] . [Accessed 15 April 2010] International Diabetes Institute, 2004 Hypoglycemia fact sheet. Available from [Accessed 15 May 2010] Iwan S, 2010. Askep Klien dengan gangguan Sistem Endokrin Diabetes Mellitus. Available from [Accessed 15 April 2010] Notoadmojo, S., 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta PT. Rineka Cipta. 79-92, 112-115, 117-136. Pranadji DK. 1997. Perencanaan Menu untuk Diabetes Melitus. Jakarta Penebar Swadaya. Sastroasmoro, S., Gatot, D., Kadri, N., Pujiarto, 2008 Usulan Penelitian. Dalam Sastroasmoro, S., Ismael, S., Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Ketiga. Jakarta Sagung Seto. 46-51 Setiabudi, 2008. Referensi Kesehatan-Diabetes Melitus. Available from [Accessed 10 April 2010] Waspada Online, 2009. Medan, Terbanyak Penderita Diabetes. Available from 5-medan-terbanyak-penderita-diabetes&catid=14medan&Itemid=27 [Accessed 2 April 2010] WHO 1974. Handbook of human nutritional requirements. WHO monograph series 61, Geneva. People Daily Online. Available from [Accessed 2 April 2010] Yaspelkis, Ben B., 2006. Resistance Training Improves Insulin Signaling and Action in Skeletal Muscle. Available from essr/Abstract/2006/01000/Resistance_Training_Improves_Insulin_Signaling_ [Accessed 10 April 2010] DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Baran Palanimuthu Tempat / Tanggal Lahir Selangor / 22 Maret 1987 Agama Hindu Alamat Blok 6,No 74,Tasbi II ,Medan Riwayat Pendidikan SRK Subang 1994-SD SMK Subang 2000-Sijil Pelajaran Malaysia SMK La Salle,PJ 2007-Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia Kolej Sentral,Pahang 2007-Matrikulasi USU Riwayat Pelatihan Program Latihan Khidmat Negara 2006 Riwayat Organisasi Ahli Kelab Kebudayaan India Malaysia. LAMPIRAN LEMBAR PENJELASAN Salam sejahtera bagi kita semua, Saya, Baran Palanimuthu, mahasiswa semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Diet Pasien Diabetes Mellitus di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam,RSUP Haji Adam Malik, Medan”. Seperti yang diketahui,penyakit Diabetes Mellitus merupakan antara penyakit yang mencatatkan prevalensi tertinggi bukan sahaja di negara maju,tetapi juga di negara yang sedang membangun. Penyakit yang digelar “the great immitator” ini merupakan faktor pencetus kepada penyakit lain yang bersifat membunuh contohnya penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, atau lain-lain penyakit sistemik selain memperburuk perjalanan penyakit yang sedia ada seperti infeksi dan lain-lain. Justeru, penatalaksanaan bagi penyakit ini tidak hanya meliputi pemberian obat-obatan Diabetes sahaja, tetapi kontrol diet juga amatlah penting bagi mempertahankan perjalanan penyakit supaya tidak menjadi parah. Penelitian saya akan meliputi sejauh mana masyarakat Medan sadar akan kepentingan diet Diabetes Mellitus serta komplikasinya. Penelitian Saya ini menggunakan lembaran pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban yang sudah saya sediakan. Saya mengharapkan kerjasama dari Saudara/i untuk memberikan jawaban yang sebenar-benarnya sesuai dengan pertanyaan yang ada. Dengan menjawab pertanyaaan tersebut kita akan mengetahui tingkat pengetahuan diet pasien Diabetes Mellitus serta komplikasinya. Jawaban yang Saudara/i berikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian ini dan tidak akan disalahgunakan untuk maksud-maksud lain. Identitas Saudara/I tetap dirahasiakan dan tidak akan dituliskan atau disebarkan. Bila terjadi sesuatu atau ada yang ingin Saudara/i tanyakan dapat menemui atau menghubungi saya di Alamat Blok 6 , II No. Telepon / HP 081973124221 Keikutsertaan Saudara/i dalam penelitian ini sangat Saya harapkan. Partisipasi Saudara/i bersifat bebas dan tanpa ada paksaan. Saudara/i berhak untuk menolak berpartisipasi tanpa dikenakan sanksi apapun. Demikian penjelasan ini Saya sampaikan. Atas partisipasi dan kesediaan Saudara/i, Saya ucapkan terima kasih. Medan, ________________ 2010 LAMPIRAN SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN INFORMED CONSENT Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama Umur Kelas Kelamin Setelah membaca/mendapatkan penjelasan dan saya memahami sepenuhnya tentang penelitian ini Judul Penelitian Tingkat pengetahuan diet pasien Diabetes Melitus serta komplikasinya di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik. Name Peneliti BARAN PALANIMUTHU Jenis Penelitian Deskriptif dengan pendekatan cross sectional Lokasi Penelitian Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik, Medan. Institusi yang melakukan Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dengan ini saya menyatakan bersedia mengikuti dalam penelitian, Medan, ...2010 ____________________ Lampiran 2 KUISIONER JUDUL TAHAP PENGETAHUAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS SERTA KOMPLIKASINYA DI POLI-ENDOKRINOLOGI, DEPARTMEN ILMU PENYAKIT DALAM, RSUP HAJI ADAM MALIK, MEDAN. Saya adalah peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus serta komplikasinya di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik, Medan. Untuk mendukung penelitian ini, saya menyebarkan kuisioner ini untuk mendapatkan data – data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis. Oleh itu saya berharap kesedian setiap partisipan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan nurani anda. Anda bebas memilih jawaban. Kerjasama partisipasi sangat dihargai. DATA RESPONDAN Nama Umur Jenis kelamin Perkerjaan Tingkat Pendidikan 1. Memakan terlalu banyak gula glukosa merupakan faktor utama Diabetes Mellitus A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 2. Diabetes Mellitus bisa menyebabkan ketajaman penglihatan berkurang . A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 3. Penyakit Diabetes Mellitus sudah pasti bisa diobati. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 4. Jika anda mengambil insulin pada pagi hari tetapi tidak memakan sarapan kadar gula darah anda akan menurun A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 5. Jus buahan yang tidak dicampur gula akan menaikkan kadar gula darah. A. YA B. TIDAK 6. Diabetes Mellitus adalah disebabkan kegagalan ginjal untuk mempertahankan gula tubuh glukosa dari urine. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 7. Diabetes Mellitus merupakan faktor utama yang menyebabkan badan seseorang penderita sangat penat walaupun hanya melakukan kerja yang ringan C. TIDAK PASTI 8. Tindakan terbaik untuk memeriksa kadar gula penderita Diabetes Mellitus adalah dengan periksa urine A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 9. Insulin merupakan hormon utama yang mengatur kadar gula darah. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 10. Kekurangan insulin atau penurunan dari kerja insulin menyebabkan kadar gula darah naik Diabetes Mellitus A. YA B. TIDAK 11. Makanan segera seperti Mie Instant mempunyai kalori yang lebih tinggi jika dibanding dengan semangkok nasi. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 12. Pasien Diabetes Mellitus dianjurkan meminum minuman penambah energi minuman isotonik. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 13. Berolahraga secara teratur akan meningkatkan kebutuhan insulin atau obat- obatan insulin sehari-hari. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 14. Menggeletar shaking dan berkeringat merupakan tanda peningkatan kadar gula darah. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 15. Selalu BAK dan dahaga merupakan tanda dari kadar gula darah yang rendah. A. YA B. TIDAK PERTANYAAN 1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 55 TIDAK PASTI 5 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 20 TIDAK PASTI 2 BENAR 53 Total 75 PERTANYAAN 3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 29 TIDAK PASTI 8 PERTANYAAN 3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 29 TIDAK PASTI 8 BENAR 38 Total 75 PERTANYAAN 4 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 8 TIDAK PASTI 3 BENAR 64 Total 75 PERTANYAAN 5 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 57 TIDAK PASTI 4 PERTANYAAN 4 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 8 TIDAK PASTI 3 BENAR 64 Total 75 PERTANYAAN 6 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 56 TIDAK PASTI 4 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 7 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 24 TIDAK PASTI 26 PERTANYAAN 6 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 56 TIDAK PASTI 4 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 8 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 36 TIDAK PASTI 6 BENAR 33 Total 75 PERTANYAAN 9 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 12 TIDAK PASTI 17 PERTANYAAN 9 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 12 TIDAK PASTI 17 BENAR 46 Total 75 PERTANYAAN 10 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 18 TIDAK PASTI 16 BENAR 41 Total 75 PERTANYAAN 11 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 9 PERTANYAAN 11 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 9 BENAR 17 Total 75 PERTANYAAN 12 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 36 TIDAK PASTI 9 BENAR 30 Total 75 PERTANYAAN 13 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 15 BENAR 11 Total 75 PERTANYAAN 14 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 45 TIDAK PASTI 5 BENAR 25 Total 75 PERTANYAAN 15 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 28 TIDAK PASTI 8 BENAR 39 Total 75 UMURNEW Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 21-30 4 31-40 22 41-50 14 51-60 22 61-70 11 71-80 2 Total 75 TINGKAT PENGETAHUAN Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid KURANG 26 SEDANG 43 BAIK 6 Total 75 JENIS KELAMIN RESPONDEN * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation Count TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK JENIS KELAMIN RESPONDEN LAKI-LAKI 16 22 5 43 PEREMPUAN 10 21 1 32 Case Processing Summary N % Cases Valid 75 Excludeda 0 .0 Total 75 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .707 15 UMURNEW * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation Count TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK UMURNEW 21-30 1 3 0 4 31-40 8 11 3 22 41-50 6 8 0 14 51-60 7 12 3 22 61-70 4 7 0 11 71-80 0 2 0 2 Total 26 43 6 75 TINGKAT PENDIDIKAN * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK TINGKAT PENDIDIKAN SD 5 4 0 9 SMP 8 11 0 19 SLTA 6 3 0 9 SMA 7 14 0 21 S-1 0 11 6 17 Total 26 43 6 75
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan dan sikap pada pasien diabetes melitus tentang diet diabetes melitus di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1a. Pengetahuan responden diabetes melitus tentang diet diabetes melitus paling banyak responden dengan pengetahuan sedang sebesar 66%, diikuti responden laki-laki memiliki pengetahuan sedang sebanyak 36%. 1b. 41-50 tahun responden mencapai tingkat pengetahuan yang sedang sebanyak 29% dan responden pekerjaan PNS mencapai tingkat pengetahuan yang baik sebesar 20%. 2a. Sikap responden diabetes melitus tentang diet diabetes melitus umumnya baik sebesar 61% diikuti responden perempuan memiliki sikap baik sebanyak 31%. 2b. 51-60 tahun responden mencapai sikap yang baik sebanyak 21% dan responden pekerjaan PNS mencapai sikap yang baik sebesar 28%. Saran 1. Pengetahuan masyarakat umumnya katagori sedang tetapi sikap masyarakat baik tentang diet diabetes melitus. Walaupun begitu, sebaiknya program-program penyuluhan tentang diet diabetes mellitus perlu lebih ditingkatkan lagi kepada masyarakat yang datang berkunjung dengan tujuan kontrol. 2. Petugas kesehatan harus menjelaskan kepada pasien segala persoalan yang timbul mengenai diet DM dan ini pasti akan membantu pasien supaya lebih memahami kepentingan diet DM. Universitas Sumatera Utara 3. Mahasiswa calon dokter harus memperlengkapkan diri dengan informasi yang sepatutnya dan fakta-fakta tersebut haruslah diperoleh dari sumber-sember yang valid. Mahasiswa haruslah mengikuti perkembangan mengenai diet DM supaya dapat memberikan saran yang baik kepada pasien. 4. Pasien perlu mendapatkan keterangan mengenai diet DM dari sumber yang boleh dipercayai. Dalam kata lain dokter merupakan pilihan yang tepat karena tidak semua fakta yang diperoleh dari teman atau tetangga itu sebaiknya dapatkan informasi dari petugas kesehatan yang lebih mengetahui tentang penyakit DM. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Atlas internasional diabetis federation 2012, 6th edition 20 May 2014 American Diabetes Association 2008 Nutrition Recommendations and Interventions for Diabetes A position statement of the American Diabetes Association Diabetes Care January 2008 31S61-S78; doi Accessed 31 May 2014 American Diabetes Association 2011. Position statement Standards of Medical Care in Diabetes 2011. Diab Care. 2011;33 Accessed 28 April 2014 Bantle JP, Wylie-Rosett J, Albright AL, Apovian CM, Clark NG, Franz MJ, Hoogwerf BJ, Lichtenstein AH, Mayer-Davis E, Mooradian AD, Wheeler ML Nutrition recommendations and interventions for diabetes a position statement of the American Diabetes Association. Diabetes Care 2008, 31Suppl 1S61-78. Accessed 5 May 2014 Basuki, E. 2004. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Accessed 23 November 2014 Colledge, Walker, and Ralston, 2006. Davidson’s Principles and Practise of Medicine. 20th Ed. Edinburgh Churchill Livingstone. 805 -829, 830-836, 838-846.Accessed 10 May 2014 Universitas Sumatera Utara Conroy Davis Embree et al. 2010. Atlas of Pathophysiology. 3rd Ed. Philadelphia Lippincott Williams and Wilkins. Accessed 3 May 2014 Definition, diagnosis and classification of diabetes mellitus and its complications. Part 1 Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Geneva, World Health Organization, 1999 WHO/NCD/NCS/ 28 April 2014 Dietary Guidelines- National Institute of Nutrition May 2014 Didem Arslantas 2008. Knowledge of Diabetic patients about diabetes at the primary stage in Eskisehir, Turkey http/ 108/article Accessed 13 November 2014 Feingold, S. Adi, I. Staprans, A. H. Moser, R. Neese, J. A. Verdier, W. Doerrler, and C. Grunfeld. 1990. Diet affects the mechanisms by which TNF stimulates hepatic triglyceride production. Am. J. Physiol. 259 E59-E64. Accessed 14 November 2014 Gilby, S. 2007. Endocrinology. In Longmore, M., Wilkinson, I., Turmezei, T. et al. Oxford Handbook of Clinical Medicine. 7th Ed. New york Oxford University Press Accessed 2 May 2014 Goldstein, Barry J. Dan Dirk Mueller-Wielend. 2008. Type - 2 Diabetes Principles and Practice. New York Informa Healthcare. Accessed 28 April 2014 Effendi, AT, Waspadji, S 2011, Terapi Gizi Medik Aspek Biomolekuler Diabetes Mellitus II, FKUI Jakarta, Hal; 193. Universitas Sumatera Utara Harrison’s Principles of Internal Medicine, 17th edition, Julie D. West, Kathleen L. Goldberg, 2002. Diabetes Self-Care Knowledge Among Outpatients at a Veterans Affairs Medical Center. Medscape. Accessed 13 November 2014. Kumar, and Clark, 2005. Kumar &Clark Clinical Medicine. Edinburgh Saunders Ltd. 1101-1131. Accessed 10 May 2014 Marieb, dan Hoehn K. 2004. Human Anatomy & Physiology. San Francisco Benjamin Cummings. Accessed 10 May 2014 Meeking, 2011. Understanding Diabetes & Endocrinology A Problem- Oriented Approach. London, UK Manson Publishing Ltd. Accessed 10 May 2014 Notoadmojo, S., 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta PT. Rineka Cipta. 79-92, 112-115, 117-136. Accessed 14 May 2014 Notoatmodjo, S., 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta Rineka Cipta. Accessed 15 May 2014 PERKENI, 2011. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia 2011. Accessed 12 May 2014 Porth and Martin G. 2008. Pathophysiology Concepts of Altered Health States. 8th Ed. Philadelphia Lippincott Williams & Wilkins. Accessed 12 May 2014 Pranadji DK, Martianto DH, Uripi V. 2002. Perencanaan Menu Untuk Penderita Diabetes Mellitus. Jakarta Penebar Swadaya. Accessed 23 November 2014 Universitas Sumatera Utara Planimuthu, 2010. Tingkat Pengetahuan Diet Pasien Diabetes Mellitus Serta Komplikasinya di Poli-Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUP Haji Adam Malik, Medan, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Accessed 14 November 2014 Powers, 2008. Diabetes Mellitus. In Fauci, et al Eds. Harrison’s Principles of Internal Medicine. USA The McGraw-Hill Companies, Inc. 2152-2179. Accessed 8 May 2014 Powers, 2010. Diabetes Mellitus. In Jameson Harrison Endocrinology. 2nd ed. USA McGraw-Hill Companies, Inc., 267-313. Accessed 8 May 2014 Rahadian, 2012. Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu dan tindakan Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Endemis dan Non from Riset Kesahatn Dasar 2013. Sastroasmoro, S., Gatot, D., Kadri, N., Pujiarto, 2008 Usulan Penelitian Dalam Sastroasmoro, S., Ismael, S., Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Ketiga. Jakarta Sagung Seto. 46-51. Accessed 14 May 2014 Sry Agustina 2003 Universitas Sumatera Utara Soelistijani, D. A. 1999. Sehat dengan Menu Berserat. PT Trubus Agriwidya, Jakarta. Accessed 14 November 2014 World Health Organization 2006. Definition And Diagnosis Of Diabetes Mellitus And Intermediate hyperglycaemia. Accessed 12 May 2014 World Health Organization, 2013. Country and Regional Data On Diabetes. Available from Accessed 12 May 2014 Waspada Online, 2009. Medan, Terbanyak Penderita Diabetes. Available from 17 5-medan-terbanyak-penderita-diabetes&catid=14medan&Itemid=27. Accessed 30 April 2014 William Kiberenge Maina 2010. Knowledge, attitude and practice related to diabetes among community members in four provinces in Kenya http/ Accessed 14 November 2014 Universitas Sumatera Utara Lampiran 1 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3 Universitas Sumatera Utara KUESIONER Universitas Sumatera Utara TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DIET DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUSP. HAJI ADAM MALIK MEDAN 2014 A. IDENTITAS RESPONDEN 1. No responden ... 2. Nama ... 3. JenisKelamin ... 4. Usia ... 5. Pekerjaan ... 6. Alamat ... 7. Diagnosa ... B. TINGKAT PENGETAHUAN 1. Saya mengikuti diet diabetes melitus dengan memperhatikan jenis makanan yang boleh saya konsumsi a Ya b Tidak Pasti c Tidak 2. Saya berkonsultasi dengan dokter atau perawat tentang diabetes dan diet yang saya jalani a Ya b Tidak Pasti c Tidak 3. Saya menghindari makanan yang berkalori tinggi seperti coklat, kek, kue-kue yang manis dan makanan yang siap saji fast food. a Ya b Tidak Pasti c Tidak 4. Saya menggunakan roti gandum whole wheat grain untuk menganti nasi putih. Universitas Sumatera Utara a Ya b Tidak Pasti c Tidak 5. Saya termotivasi untuk menjalani diet diabetes, karena keluarga mau memasakkan makanan yang sesuai dengan diet saya a Ya b Tidak Pasti c Tidak 6. Jika saya minum teh/kopi, saya menggunakan gula khusus untuk penderita diabetes untuk menggantikan gula a Ya b Tidak Pasti c Tidak 7. Saya menggunakan beras khusus seperti beras merah untuk mengontrol diabetes. a Ya b Tidak Pasti c Tidak 8. Saya menggunakan gula sebanyak lebih dari 1 sendok the ketika minum jus buahan segar. a Ya b Tidak Pasti c Tidak 9. Selang waktu antara saya makan pagi, makan siang, makan malam dan selingan adalah setiap 3 jam sekali a Ya b Tidak Pasti c Tidak 10. Makanan yang manis dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat a Ya Universitas Sumatera Utara b Tidak Pasti c Tidak 11. Jenis diet diabetes berbeda antara laki-laki dan perempuan a Ya b Tidak Pasti c Tidak 12. Jenis diet diabetes berbeda antara orang yang kerja ringan dengan orang yang kerja berat. a Ya b Tidak Pasti c Tidak 13. Dalam merencanakan diet penderita harus memperhatikan kandungan gizi makanan a Ya b Tidak Pasti c Tidak 14. Penderita diabetes harus makan secara teratur a Ya b Tidak Pasti c Tidak 15. Sebelum menjalankan diet kadar gula darah saya sulit dikontrol a Ya b Tidak Pasti c Tidak C. SIKAP 1. Saya bias menerima keadaan sebagai penderita diabetes a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak Universitas Sumatera Utara a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 3. Saya merasa malu mengakui pada orang lain bahwa saya menyandang Diabetes Melitus a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 4. Saya akan memeriksa gula darah secara tepat waktu minimal satu kali dalam sebulan a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 5. Saya menganggap bahwa diabetes merupakan suatu penyakit yang serius a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 6. Saya dapat mengendalikan diabetes hanya dengan minum obat. a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 7. Saya harus menghindari makan dodol dan manisan. a. Ya b. TidakPasti c. Tidak 8. Saya akan menjalankan terapi diet secara teratur. a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 9. Saya akan mematuhi anjuran pengobatan sepertidiet, minum obat teratur, olah raga. a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak 10. Saya akan menjalankan diet agar kadar gula darah saya selalu terkontrol a. Ya b. Tidak Pasti c. Tidak Universitas Sumatera Utara Lampiran 5 Universitas Sumatera Utara Lampiran 6
pendidikan keperawatan Dalam pendidikan keperawatan perlu menekankan pemahaman kepada peserta didik bahwa pada pasien DM baik laki-laki dan perempuan memiliki simptom penyakit dan gangguan-gangguan lain yang dapat menghambat proses tidur sehingga kualitas tidur menjadi buruk. Sehingga peserta didik diharapkan dapat mengantisipasi dan membantu mengatasi masalah tersebut nantinya di rumah sakit. praktik keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perawat dalam mengontrol, memfasilitasi dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien DM baik laki-laki maupun perempuan. Serta membantu mengidentifikasi dan mengatasi gangguan tidur yang dialami kebanyakan pasien DM. Bagi penelitian selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai data awal sekaligus motivasi untuk mengembangkan penelitian yang lebih lanjut mengenai kualitas tidur pada pasien DM, dengan mengambil sampel yang homogen dan dapat lebih mengkaji kualitas tidur yang dialami responden dengan mengobservasi tanda-tanda gangguan tidur yang dialami responden, dapat juga dilakukan penelitian tentang faktor faktor yang menyebabkan gangguan tidur pada pasien DM sehingga penelitian ini dapat terus disempurnakan. DAFTAR PUSTAKA Agustin. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada pekerja shift di PT Krakatau Tirta Industri Cilegon. Skripsi. Diperoleh tanggal 30 Oktober 2014, dari American Diabetes Association ADA. 2004. Body mass index and waist circumference as predictors of the incidence of type 2 Diabetes among angiographied coronary patients. DiabetesPro Profesionals Resorces Online. Diperoleh tanggal 16 Oktober 2014, dari Anies. 2006. Waspada ancaman penyakit tidak menular - solusi pencegahan dari aspek perilaku dan lingkungan. Jakarta Elex Media Komputindo. Arifin, 2011. Analisis hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pasien diabtes mellitus tipe 2 di rumah sakit umum propinsi nusa tenggara barat. Tesis. Depok Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta Salemba Medika. Awad, Langi, Pandelaki. 2011. Gambaran faktor resiko pasien diabetes mellitus tipe II di poliklinik endokrin bagian/SMF FK-Unsrat RSU Prof. Dr. kandou Manado Periode Mei 2011 - Oktober 2011. Jurnal e- Biomedik eBM, Volume 1, Nomor 1, Maret 2013, 49. Diperoleh tanggal 16 Oktober 2014, dari Baradero, Dayrit, Siswadi. 2009. Klien Gangguan Endokrin Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta EGC. Barus, 2012. Perbandingan kualitas tidur mahasiswa yang mengikuti UKM dan tidak mengikuti UKM pada mahasiswa reguler FIK UI. Skripsi. Depok Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Butar-butar, E. M. 2007. Perbedaan kualitas tidur klien lansia dengan kebiasaan minum tuak dan tidak minum tuak di desa Lumban Loju kecamatan Lumban Julu. Skripsi. Medan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Cartier-Kastler, E, & Tubaro, A. 2005. The measurement of nocturia and its impact on quality of sleep and quality of life in LUTS/BPH. European urology Supplements 5 2006 3-11. Castro, 2014. Does Alcohol and Tobacco Use Increase The Risk Of Chaput, Despres, & Bouchard. 2007. Association of sleep duration with type 2 diabetes and impaired glucose tolerance. Diabetologia 2007 502298- 2304. Cunha, & Hass, 2008. Sleep quality in type 2 diabetics. Revista Latino-Americana de Enfermagem, Danim, S. 2003. Riset Keperawatan Sejarah dan Metodologi. Jakarta EGC Depkes RI. 2009. Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang. Diperoleh tanggal 20 Oktober 2014, dari Dewi, M. P. 2011. Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor. Skripsi. Medan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Ghifaajah. 2012. Pengaruh pemberian aktivitas ROM Rage of Motion terhadap perubahan kualitas tidur pasien diabetes mellitus di ruang bedah pria RSUD Cut Mutia?. Diperoleh tanggal 16 Oktober 2014, dari Hidayat, A. A. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep Dan Proses Keperawatan. Jakarta Salemba Medika. International Diabetes Federation. 2013. Diperoleh tanggal 10 November 2014, dari Inzucchi, S. 2005. Diabetes Mellitus Manual a primary care companion to Ellenberg and Rifkin's 6th ed. California McGraw Hill Professional. Irawan, D. 2010. Prevalensi dan faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di daerah urban indonesia analisa sekunder riskerdas 2007. Thesis. Jakarta Universitas Indonesia Ismi, R. 2013. Diabetes Mellitus. Diperoleh tanggal 31 Oktober 2014, dari Japardi, I. 2002. Gangguan tidur. Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara. Diperoleh tanggal 22 Oktober 2014, dari Jelantik, dan Haryati, E. 2014. Hubungan faktor risiko umur, jenis kelamin, kegemukan dan hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja puskesmas mataram. Media bina ilmiah39 volume 8, no. 1. Mataram Dinkes Prop. NTB. Diperoleh tanggal 22 Oktober 2014, dari Karota-Bukit. 2003. Sleep quality and factors interfering with sleep among hospitalized elderly in medical units, Medan Indonesia. Master of nursing science thesis in adult nursing. Tidak dipublikasikan. Thailand Prince of Songkla University. Khasanah dan Hidayati. 2012. Kualitas tidur lansia balai rehabilitasi sosial “MANDIRI” semarang. JURNAL NURSING STUDIES, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012, Halaman 189 – 196. Diperoleh tanggal 29 Oktober 2014, dari Knutson, Mander, dan Cauter, 2006. Role of sleep duration and sleep quality in the risk of severity of type 2 diabetes mellitus. JAMA Internal Medicine Vol. 166 No. 16. Kozier, B. E, Berman, A, Synder, S. J. 2004. Fundamental Of Nursing Concepts, Process, And Practice. New Jersey Prentice Hall. Lee-Chiong. 2009. Sleep Medicine Essentials. New Jersey John Wiley & Sons. Listiyanto, A. 2014. Pengaruh hipnoterapi terhadap kualitas tidur dan kadar gula darah diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas purwokerto selatan. Skripsi. Purwokerto Fakultas Keperawatan dan Ilmu-ilmu Kesehatan. Mendrofa, I. 2012. Karakteristik penderita DM dan pengetahuan penderita DM tentang kontrol kadar gula darah di RSUD Gunungsitoli periode Juni – September 2011. Skripsi. Medan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Mihardja, L. 2009. Faktoryang Berhubungan dengan Pengendalian Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Perkotaan Indonesia. Diperoleh tanggal 16 Oktober 2014, dari Indonesia, Jakarta. Mallon, L, Broman, JE., Hetta, J. 2005. High incidence of diabetes in men with sleep complaints or short sleep duration. Diabetes Care, Volume 28 No. II 2762-2767. National Sleep Foundation. 2014. Sleep polls and data. Diperoleh tanggal 21 Oktober 2014, dari Nedeltcheva, A. V., Imperial, J. G., Penev, P. D. 2012. Effecst of sleep restriction on glucose control and insulin secretion during diet-induced weight loss. Obesity, volume 20 number 7. Nilsson dkk. 2004. Incidence of diabetes in middle aged men is related to sleep disturbance. Diabetes Care, volume 27, number 10 Nisrina. 2008. Efektivitas mengkonsumsi telur terhadap kualitas tidur lansia di UPTD Abdi Dharma Asih Binjai. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Medan Fakultas Keperawatan USU. Noerhayati, T. 2014. Hubungan antara sikap dan perilaku keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas I Kembaran. Skripsi. Purwokerto Universitas Jenderal Sudirman. Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta. Nursalam. 2009. Konsepdan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Profesional, Edisi Kedua. Jakarta Salemba Medika. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. 2014. Pengenalan penyakit diabetes mellitus & penanganannya dewasa ini. Diperoleh tanggal 20 Oktober 2014, dari Perkumpulan Endrokinologi Indonesia. 2011. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus. Diperoleh tanggal 20 Oktober 2014, dari Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses danPraktik edisi 4 Volume 2. Jakarta EGC. .2007. Basic Nursing Essentials for Practice. St. Louis. Missouri Mosby Elsevier. Primanda, Y. 2009. Pengaruh ekstrak valerian terhadap waktu tidurmencit BALB/C. Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Semarang Fakultas Kodokteran Universitas Diponegoro. Puspitasari, R. 2013. Gangguan Tidur Ternyata Lebih Banyak Dialami Wanita. Diperoleh tanggal 18 Juli 2015, dari Sagala, V. 2011. Kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas medan johor. Skripsi. Medan Sudoyo, Setiyohadi, Alwi, Simadibrata, & Setiati. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta InternaPublishing. Syamsumin, D, K. 2009. Faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan prevalensi kurang tidur kronis pada mahasiswa di daerah istimewa yogyakarta. Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta. Szalavitz, M. 2013. Sleeping It OfHow Alcohol Affects Sleep Quality. Diperoleh tanggal 3 Juli 2015, dari Tandra, H. 2007. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang DIABETES Panduan LengkapMengenal dan Mengatasi Diabetes dengan Cepat dan Mudah. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. Trisnawati dan Setyorogo. 2013. Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe II di puskesmas kecamatan cengkareng Jakarta Barat tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5 1; Jan 2013. Wavy, W. 2008. The Relationship between time management, perceived stress, sleep quality and academic performance among university students. Diperoleh tanggal 29 Oktober 2014, dari Wicaksono, D., W. 2014. Analisis faktor dominan yang berhubungan dengan kualitas tidur pada mahasiswa fakultas keperawatan universitas airlangga. Diperoleh tanggal 18 Oktober 2014, dari Zahtamal, Candra, F.,Suyanto dan Restuastuti, T. 2007. Faktor-faktor risiko pasien diabetes melitus. Berita Kedokteran Masyarakat Vol. 23, Zee, & Naylor, E. 2014. Sleep disorders in diabetes. Current Perspectives
kesimpulan dan saran diabetes melitus